<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>inmark Digital</title>
	<atom:link href="http://www.inmarkdigital.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.inmarkdigital.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Dec 2011 06:26:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.4</generator>
		<item>
		<title>“Terima Kasih Ibu”: Sebuah Diskusi Inspiratif Di Hari Ibu</title>
		<link>http://www.inmarkdigital.com/%e2%80%9cterima-kasih-ibu%e2%80%9d-sebuah-diskusi-inspiratif-di-hari-ibu</link>
		<comments>http://www.inmarkdigital.com/%e2%80%9cterima-kasih-ibu%e2%80%9d-sebuah-diskusi-inspiratif-di-hari-ibu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Dec 2011 06:22:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Ibu]]></category>
		<category><![CDATA[IBU Foundation]]></category>
		<category><![CDATA[Obrolan Langsat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inmarkdigital.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Keberhasilan seseorang dalam menjalani hidup, ternyata tidak terlepas dari peran dan pengaruh sosok ibu. Kehadiran sang ibu diyakini mampu memberi inspirasi, dan energi positif, yang membuat sang anak akhirnya mampu berbuat maksimal dalam hidupnya. Demikianlah pemikiran dan pengalaman yang terungkap &#8230; <a href="http://www.inmarkdigital.com/%e2%80%9cterima-kasih-ibu%e2%80%9d-sebuah-diskusi-inspiratif-di-hari-ibu">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_113" class="wp-caption aligncenter" style="width: 436px"><a href="http://www.inmarkdigital.com/wp-content/uploads/2011/12/ibu18.jpg"><img class="size-full wp-image-113" title="Obsat: Terima Kasih Ibu" src="http://www.inmarkdigital.com/wp-content/uploads/2011/12/ibu18.jpg" alt="" width="426" height="319" /></a><p class="wp-caption-text">Pengisi Acara Berfoto Bersama</p></div>
<p>Keberhasilan seseorang dalam menjalani hidup, ternyata tidak terlepas dari peran dan pengaruh sosok ibu.</p>
<p>Kehadiran sang ibu diyakini mampu memberi inspirasi, dan energi positif, yang membuat sang anak akhirnya mampu berbuat maksimal dalam hidupnya.</p>
<p>Demikianlah pemikiran dan pengalaman yang terungkap dalam obrolan yang digelar @inmarkdigital dan @obsat, dalam memperingati Hari Ibu, Kamis (22/12) lalu.</p>
<p>Obrolan ini menghadirkan Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Pemimpin Redaksi ANTV @unilubis, Pemimpin Redaksi AyahBunda @TenikHartono, serta @yeniniye dari Sari Husada.</p>
<p>Pembicara lain yang juga membagikan pengalamannya adalah @FahiraIdris,</p>
<p>@rshanti Metro TV, @VenturaE dari Inmark Digital, serta @meutya_hafid anggota DPR. Tampil pula sebagai pembicara adalah @sophia_hage dari komunitas @selamatkanibu dan @dr7ack dari IBU Foundation, dua organisasi atau komunitas yang peduli pada kesehatan, terutama kesehatan ibu.</p>
<p>Acara ini dipandu oleh moderator @Badutromantis dan @Ray_Nia, juga dimeriahkan oleh permainan biola oleh @fakhribpratama dan Nisa yang menyanyikan lagu &#8216;Bunda&#8217;.</p>
<p>Dalam obrolan itu, semua pembicara mengungkapkan pengalaman berinteraksi dengan ibunya masing-masing, yang sebagian besar kemudian menyimpulkan peran ibu sangat mempengaruhi perjalanan hidup mereka. Wakil Ketua DPR Pramono Anung, salah-satu pembicara dalam forum ini, mengatakan, perjalanan hidupnya lebih banyak dipengaruhi oleh kehadiran ibunya ketimbang ayahnya.</p>
<p>Pramono kemudian menjelaskan, ibunya lebih banyak memotivasinya agar terus menuntut ilmu, di tengah keterbatasan ekonomi keluarganya yang terbatas. Dorongan hidup dan motivasi yang kerap dimunculkan ibunya, membuat Pramono meyakini bahwa pilihan-pilihan yang sang ibu sering tepat.</p>
<p>Pramono mencontohkan pengalamannya mencari calon istri yang disebutnya tidak terlepas dari pengaruh sang ibu. “Jika saya tak menjalankan nasihatnya, tentu saya akan menikahi orang yang salah,” katanya, berterus-terang. Pengalaman seperti ini membuatnya semakin yakin kehadiran ibu sangat penting dalam hidupnya.</p>
<p>“Itulah sebabnya, saya selalu mendengarkan nasihat ibu saya, dalam membuat berbagai keputusan penting dalam hidup saya,” ungkap Pramono, berterus-terang.</p>
<p>Begitu kuatnya energi positif sosok ibu dalam perjalanan hidup politisi PDI Perjuangan ini, membuatnya menyempatkan diri untuk selalu menelpon ibunya saban hari. “Mendengar suara ibu saya, membuat saya selalu terinspirasi,” akunya.</p>
<p><strong>Menangis di Hadapan Ibu<br />
</strong>Walaupun belakangan mengakui kehadiran ibunya begitu mewarnai hidupnya, Pemimpin Redaksi Majalah Ayah Bunda, Tenik Hartono mengaku awalnya selalu “memusuhi” ibunya. Di hadapan peserta obrolan itu, Tenik kemudian mengungkapkan pengalaman masa mudanya ketika “memberontak” terhadap segala aturan yang dibuat oleh sang ibu.</p>
<p>Suatu saat, ibunya begitu marah, ketika mendapati Tenik pulang larut malam dari diskotik.Ketika itu, usai percekcokan hebat, menurutnya, sang ibu melontarkan kalimat “ya, kalau nggak mau diatur, mending jangan pulang&#8230;”. Mendengar kalimat itu, Tenik makin menemukan pembenaran untuk terus memusuhi sang ibu.</p>
<p>Dalam situasi seperti itu, di masa mudanya, Tenik kemudian tidak pernah melibatkan sang ibu dalam beberapa fase penting hidupnya. “Ibu saya tidak tahu kapan saya mendapatkan haid yang pertama, atau ketika saya dihadapkan situasi ketika putus dengan pacar saya&#8230;”</p>
<p>Tetapi, lanjut Tenik, semua itu berubah draktis ketika dia menikah dan melahirkan anaknya yang pertama. Hubungan hambar dengan sang ibu, tiba-tiba runtuh, ketika dia merasa begitu putus asa mengurus sang bayi.</p>
<p>Saat itulah, ibunya tampil, dan memberikan pertolongan untuk memberi contoh memandikan bayi yang masih berumur beberapa hari itu. “Saat itulah, saya kemudian menangis&#8230; dan menyadari apa yang dilakukan ibunya selama ini benar,” akunya, tanpa tedeng aling-aling.</p>
<p>Dia lantas membayangkan, betapa ibunya rela tidak tidur semalaman, menunggu dia pulang setelah menghabiskan malam di ruangan diskotik.</p>
<p><strong>Pilihan menjadi Ibu<br />
</strong>Obrolan malam itu semakin semarak, ketika pembicara lainnya juga mengungkapkan pengalamannya. @VenturaE dari Inmark Digital menyatakan menjadi Ibu adalah karunia terindah dari Tuhan.</p>
<p>Sementara @unilubis menambahkan &#8220;Menjadi Ibu atau tidak menjadi Ibu, adalah sebuah pilihan. Jadi harus dihargai. Jika memilih untuk menjadi ibu, jadilah ibu yang baik.&#8221;</p>
<p>Adapun @Rshanti menegaskan sebaiknya ibu juga mandiri, tidak hanya mengandalkan suami.</p>
<p>Mengenai cara menyenangkan dan membalas jasa ibu, @fahiraidris mengatakan bahwa jika kita belum bisa menyenangkan beliau dengan materi, perhatian dan kehadiran kita, anak-anaknya, sudah lebih dari cukup.</p>
<p>@pramonoanung menambahkan beliau menelpon ibunya yang tinggal di Kediri setidaknya dua kali dalam sehari. &#8220;Suara ibu, adalah energi bagi saya,&#8221; katanya.</p>
<p>Dr. Ridwan &#8220;Jack&#8221; Gustiana (@dr7ack) dari IBU Foundation berpendapat bahwa ibu adalah pembawa perubahan, sehingga apapun kegiatan-kegiatan positif ibu harus didukung.</p>
<p>Sementara @sophia_hage dari @selamatkanibu menyoroti kurangnya perhatian terhadap kesehatan ibu dan calon ibu. &#8220;Saat ini,&#8221; jelasnya &#8220;Tingkat kematian ibu di Indonesia adalah yang paling tinggi se-Asia Tenggara, dengan penyumbang terbesar berasal dari daerah Jawa Barat&#8221;.</p>
<p>Kemajuan teknologi dan era digital merupakan salah satu tantangan bagi ibu dalam mendampingi dan mendidik anak. @yeniniye menyetujui hal ini, &#8220;Tantangan menjadi ibu di era digital saat ini adalah sulitnya membendung arus informasi.&#8221; katanya.</p>
<p>Suasana berbagi menjadi sedikit mengharubiru ketika seorang polisi yang kebetulan hadir, ikut menceritakan pengalamannya. Ditinggal sang ibu untuk selamanya ketika dia sedang dalam masa karantina di sekolah kepolisian, dan dia baru diberitahu oleh keluarganya beberapa bulan kemudian, setelah masa karantinanya berakhir.</p>
<p>“Ayah saya berkata sengaja tidak memberitahu saya pada saat kejadian, karena takut saya akan meninggalkan karantina, sehingga saya gagal menjadi polisi, cita-cita saya sejak dulu,” ungkap pak polisi.</p>
<p>Di penghujung acara, para narasumber bersepakat untuk memberikan donasi pada <a href="http://ibufoundation.or.id/" target="_blank">IBU Foundation</a>, sebuah organisasi volunteer yang bergerak meningkatkan pengetahuan, kesejahteraan dan kesehatan ibu, terutama di daerah-daerah rawan bencana dan terpencil. (<strong><a href="http://ikaardina.com" target="_blank">Ika Ardina</a></strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inmarkdigital.com/%e2%80%9cterima-kasih-ibu%e2%80%9d-sebuah-diskusi-inspiratif-di-hari-ibu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Obsat “Terima Kasih Ibu”: Bukti Cinta untuk Ibu</title>
		<link>http://www.inmarkdigital.com/obsat-%e2%80%9cterima-kasih-ibu%e2%80%9d-bukti-cinta-untuk-ibu</link>
		<comments>http://www.inmarkdigital.com/obsat-%e2%80%9cterima-kasih-ibu%e2%80%9d-bukti-cinta-untuk-ibu#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 08:10:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inmarkdigital.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang anda ingat dari ibu tercinta yang melahirkan kita ke dunia? Senyumnya? Perhatiannya? Atau disiplinnya yang sampai kini masih terasa? Apapun itu, ibu memegang peranan besar yang membuat kita jadi manusia sekarang ini. Dalam rangka Hari Ibu, Obrolan Langsat &#8230; <a href="http://www.inmarkdigital.com/obsat-%e2%80%9cterima-kasih-ibu%e2%80%9d-bukti-cinta-untuk-ibu">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang anda ingat dari ibu tercinta yang melahirkan kita ke dunia? Senyumnya? Perhatiannya? Atau disiplinnya yang sampai kini masih terasa? Apapun itu, ibu memegang peranan besar yang membuat kita jadi manusia sekarang ini.</p>
<p>Dalam rangka Hari Ibu, <a href="http://obrolanlangsat.com" target="_blank">Obrolan Langsat</a> menghadirkan &#8220;Terima Kasih Ibu&#8221;. Pada Obsat kali ini, sejumlah figur yang akan berbagi cerita tentang ibu. Di antaranya adalah: <a href="http://twitter.com/pramonoanung">@pramonoanung</a>, <a href="http://twitter.com/unilubis">@unilubis</a>, <a href="http://twitter.com/yeniniye">@yeniniye</a>, <a href="http://twitter.com/captainugros">@captainugros</a>, <a href="http://twitter.com/budionodarsono">@budionodarsono</a>, <a href="http://twitter.com/rezagunawan">@rezagunawan</a>, <a href="http://twitter.com/selamatkanibu">@selamatkanibu</a>, <a href="http://twitter.com/esqief">@esqief</a> (Syahrani), <a href="http://twitter.com/inggita">@inggita</a>, <a href="http://twitter.com/meuthia_hafid">@meuthia_hafid</a> dan <a href="http://twitter.com/fahiraidris">@FahiraIdris</a>. Mari <em>ngumpul</em>, makan bersama dan ngobrol bersama mengenai ibu sebagai salah satu bentuk apresiasi kita terhadapnya,</p>
<p>Akan hadir juga hiburan dari violis cilik berbakat, <a href="http://twitter.com/fakhribpratama">Fakhri B Pratama</a>, yang akan menghibur kita dengan permainan biolanya. Obrolan Langsat kali ini akan dipandu oleh <a href="http://twitter.com/badutromantis">Intan Anggita</a>. <em>Potluck</em> tersedia atas dukungan dari <a href="http://twitter.com/nutrisi_bangsa">Nutrisi untuk Bangsa</a>. Jangan lewatkan pula <em>doorprize</em> menarik berupa 3 ponsel dari <a href="http://twitter.com/dunia_AXIS">Dunia AXIS</a>, 3 paket langganan 6 bulan dari <a href="http://twitter.com/aoraTVsatelit">Aora TV Satelit</a> dan 10 buku dari <a href="http://twitter.com/meutya_hafid">Meutya Hafid</a>.</p>
<p>Ikuti juga quiz #TerimaKasihIbu di Twitter <a href="http://twitter.com/inmarkdigital">@inmarkdigital</a>. Share kenangan dan apresiasi anda tentang ibu. Bisa berupa pengalaman berharga yang takkan terlupa atau ucapan penghargaan terhadap ibu yang jasanya tiada duanya. Tersedia 5 voucher belanja untuk tweet-tweet paling inspiratif! Quiz berlangsung sampai jam 18.30 WIB malam ini dan pengumuman pemenang akan dilakukan pada saat Obrolan Langsat berlangsung.</p>
<p>Jadi, apa kenangan anda tentang ibu tercinta? Mari berbagi cerita bersama!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inmarkdigital.com/obsat-%e2%80%9cterima-kasih-ibu%e2%80%9d-bukti-cinta-untuk-ibu/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Workshop &amp; Konsultasi di Socmedfest</title>
		<link>http://www.inmarkdigital.com/workshop-konsultasi-di-socmedfest</link>
		<comments>http://www.inmarkdigital.com/workshop-konsultasi-di-socmedfest#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 06:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nonadita</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[Social Media Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inmarkdigital.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Inmark Digital is calling all social media enthusiasts, especially the beginners! Yes, kami dari Inmark Digital, sebuah konsultan social media akan mengadakan Workshop bertema &#8220;SOCIAL MEDIA for Business Use &#8211; Beginners Batch&#8221; pada Social Media Festival 2011. Di sini, kami &#8230; <a href="http://www.inmarkdigital.com/workshop-konsultasi-di-socmedfest">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><img class="alignnone size-full wp-image-101" title="Socmedfest Inmark" src="http://www.inmarkdigital.com/wp-content/uploads/2011/09/Socmedfest-Inmark.jpg" alt="" width="568" height="84" /></p>
<p style="text-align: left;">Inmark Digital <em>is calling all social media enthusiasts, especially the beginners!</em></p>
<p><em> </em>Yes, kami dari Inmark Digital, sebuah konsultan social media akan mengadakan Workshop bertema &#8220;SOCIAL MEDIA for Business Use &#8211; Beginners Batch&#8221; pada <a href="http://socmedfest.com" target="_blank"><strong>Social Media Festival 2011</strong></a>.</p>
<p>Di sini, kami akan berbagi basic-basic dan tips seputar penggunaan social media untuk bisnis. Selain workshop gratis, kami juga mengadakan Konsultasi gratis untuk Anda yang ingin menggunakan social media sebagai salah satu tombak dalam bisnis Anda. Berikut detail acara yang dibuat dalam rangka Social Media Festival:</p>
<p><strong>Workshop</strong><br />
Tempat: fX Lifestyle Center, F2 Workshop Room.<br />
Waktu: Kamis 22 September, 14:00 &#8211; 16:00 WIB<br />
Pembicara: <a href="http://twitter.com/enda" target="_blank">Enda Nasution</a>, <a href="http://twitter.com/nonadita" target="_blank">Anandita Puspitasari</a> &amp; <a href="http://twitter.com/titiwakmar" target="_blank">Titi Akmar</a> dari @<a href="http://twitter.com/inmarkdigital" target="_blank">inmarkdigital</a></p>
<p><strong>Konsultasi<br />
</strong>Tempat: fX Lifestyle Center, F2 Fpod<br />
Waktu: Jumat 23 September, 14:00 &#8211; 18:00 WIB<br />
Konsultan: Tim dari @inmarkdigital</p>
<p style="text-align: left;">Tempat terbatas, hanya untuk 50 pendaftar pertama. Cara registrasi:<br />
Kirimkan: Nama, Perusahaan (jika ada), email, HP, FB, Twitter, ke<a href="mailto:hallo@inmarkdigital.com"> hallo@inmarkdigital.com</a>. Cantumkan subjek email:<br />
Registrasi Workshop (jika mau mendaftar untuk workshop). Cantumkan subjek email: Registrasi Konsultasi (jika mau mendaftar untuk konsultasi).</p>
<p>Peserta akan mendapatkan snack, piagam, dan souvenir dari <a href="http://www.inmarkdigital.com/" target="_blank">Inmark Digital</a>. Ayo register sekarang dan dapatkan informasi terbaru dari twitter <a href="http://twitter.com/inmarkdigital" target="_blank">@inmarkdigital</a> dan <a href="http://facebook.com/inmarkdigital" target="_blank">FB page Inmark Digital</a>! <img src='http://www.inmarkdigital.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: left;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inmarkdigital.com/workshop-konsultasi-di-socmedfest/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memanage Critical Area</title>
		<link>http://www.inmarkdigital.com/memanage-critical-area</link>
		<comments>http://www.inmarkdigital.com/memanage-critical-area#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 11:32:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vlisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[crisis management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inmarkdigital.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ventura Elisawati Dalam memanajemeni pekerjaan, adalah penting mengenali dimana sajakah titik kritisnya, dan bagaimana menanganinya. Tak terkecuali,  sebuah social media campaign.  Critical itu bisa ada  di pre campaign, during campaign dan post campaign. Ada beberapa persoalan yang kerap muncul &#8230; <a href="http://www.inmarkdigital.com/memanage-critical-area">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Ventura Elisawati</strong></p>
<p>Dalam memanajemeni pekerjaan, adalah penting mengenali dimana sajakah titik kritisnya, dan bagaimana menanganinya. Tak terkecuali,  sebuah <em>social media campaign</em>.  Critical itu bisa ada  di pre campaign, during campaign dan post campaign.</p>
<p>Ada beberapa persoalan yang kerap muncul di <em>pre campaign</em>: kesesuaian desain kampanye dengan sasaran program, negosiasi budget, dan koordinasi awal dengan pihak-pihak lain yang terkait. Ya masalah  membangun <em>chemistry </em>(apalagi jika <em>project</em> ini melibatkan beberapa lembaga/agency), dimana <em>sense or urgency</em> masing-masing berbeda. Sering terdengar keluhan, &#8220;aku sudah lama kirim plan detail  ke sana, tapi ga direspon, tapi pas <em>project </em>sudah mau jalan, baru deh kelabakan.&#8221;</p>
<p>Jika pekerjaan juga menyangkut hal teknis, penyiapan website, misalnya. Maka, hal yang sering muncul terjadi adalah ada sejumlah perubahan yang diinginkan klien di saat-saat terakhir menjelang &#8216;launch&#8217;. Padahal sebelumnya, tes tehnis sudah dilakukan dan semuanya <em>running well</em>. Dalam menghadapi situasi seperti ini, diperlukan seorang <em>project manager</em> yang tahan banting (ibaratnya ready 24 jam) dan punya kemampuan <em>problem solving</em>, sekaligus komunikasi ke klien  dengan baik maupun mitra kerja yang lain.</p>
<p>Dengan rencana yang detail dan rapi, serta pengalaman mengelola program social media sebelumnya, bisa untuk meminimalisir isu-isu yang mungkin saja timbul saat program mulai dijalankan (launch). Bagaimana menyiapkan timeline yang terintegrasi dengan program komunikasi lainnya (TV, PR, event dan lainnya). Selain timeline, paling mendasar adalah menyiapkan <em>talking</em> <em>point</em> &#8212; yang sesuai dengan <em>key message</em> program tersebut &#8212; untuk <em>social media activation</em>. <em>Talking point</em> bukan hanya untuk akun resmi, tapi juga untuk para influencer yang dipilih.</p>
<p>Dalam praktek, mengurus influencer (baik yang selebriti/artis maupun yang seleb twitter) ini perlu seni tersendiri. Dalam beberapa kasus, agency besar menganggap bahwa influencer adalah media, sehingga dikelola oleh media plan-nya. Jika itu yang terjadi, maka tak tok menjadi lama dan tidak efektif.  Dimana konten yang mesti diberikan ke influencer bersifat rutin (bisa harian), dan bukan final content seperti materi iklan yang tak bisa dirubah. Pada dasarnya <em>talking point</em> yang diberikan sifatnya guideline, dimana bisa diganti dengan gaya bahasa sang <em>influencer</em>, asal tidak mengubah substansi.</p>
<p>Menyiapkan konten adalah satu hal, hal lain yang sangat penting adalah menjaga ketika konten itu sudah dirilis dalam bentuk twit. Issue management menjadi penting untuk menjaga agar pesan yang bergulir melalui RT, mention atau tanya jawab tidak melenceng dari <em>key message</em> yang ditetapkan produk, merek, korporasi.</p>
<p>Yang kritikal juga,  jika ini peluncuran produk baru, adalah soal ketersediaan produknya di pasar. Ketika social media activation berhasil mencuri perhatian <em>netizen</em>,  mereka mencari produknya di pasar, dan susah. Maka akun produk tersebut mesti siap dengan bombardir pertanyaan dan komplain dari follower yang kecewa karena tak berhasil temukan produk itu di pasar.</p>
<p>Jika produk tersebut melakukan interactive program, semisal kuis di <em>social media</em>. Maka yang kerap jadi problem adalah soal delivery hadiah. Dalam beberapa kasus, pengiriman hadiah dikelola oleh perusahaan sendiri atau EO-nya, dan mengalami keterlambatan pengiriman. Jika itu terjadi, maka admin akun harus pandai-pandai menjawab pertanyaan atau bahkan komplain seputar hadiah. Yang pasti, apapun jenis <em>interactive program</em> yang dilakukan, guideline dan do &amp; dont nya mesti jelas,  disampaikan dari awal. Bisa dalam bentuk notes di Face Book atau di websitenya.</p>
<p>Nah, jika ada program berupa games atau foto competition, dan diperkirakan bakal banyak diminati, maka mesti dipastikan bandwitdh nya cukup untuk menopang kegiatan tersebut. Ini untuk menghindari website hang atau over loaded. Karena jika itu terjadi maka user experiencenya akan jelas dan mempengaruhi kredibilitas program ini.</p>
<p>Dalam sejumlah kasus, setelah launch biasanya kurang siap dengan post programnya, terutama untuk menjaga conversation dan interaktifitas. Padahal akun social media &#8212; ibarat sebuah rumah &#8212; tetap perlu dijaga &#8216;kehangatan&#8217;nya, agar siapapun yang tinggal di situ merasa nyaman.</p>
<p>Anda punya pengalaman yang menarik, silakan share di sini. <img src='http://www.inmarkdigital.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inmarkdigital.com/memanage-critical-area/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menangani Komunikasi Koin</title>
		<link>http://www.inmarkdigital.com/menangani-komunikasi-koin</link>
		<comments>http://www.inmarkdigital.com/menangani-komunikasi-koin#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 03:54:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vlisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inmarkdigital.com/develop/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Aktivitas pengumpulan koin keadilan untuk Prita terlahir karena sebuah spontanitas  milis sehat dan komunitas Langsat. Dalam hitungan hari telah menjadi isu terhangat di media mainstream. Dimana semua media saling berlomba menampilkan berita tentang koin keadilan  dari pelbagai sudut pandang. Ini &#8230; <a href="http://www.inmarkdigital.com/menangani-komunikasi-koin">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aktivitas pengumpulan koin keadilan untuk Prita terlahir karena sebuah spontanitas  milis sehat dan komunitas Langsat. Dalam hitungan hari telah menjadi isu terhangat di media <em>mainstream</em>. Dimana semua media saling berlomba menampilkan berita tentang koin keadilan  dari pelbagai sudut pandang.</p>
<p>Ini tentu bukan hal yang mudah untuk dihadapi  para relawan koin. Karena seperti diketahui, aktifitas ini hadir begitu saja, tanpa ada yang memimpin, tak ada organisasi formal yang menaunginya. Yang terlibat di sini hanya para relawan yang peduli kepada nasib Prita. Ketika tiba-tiba para aktifitas milis sehat dan komunitas Langsat menjadi kejaran wartawan, merekapun kebingungan. Bahkan di saat awal, para ibu anggota milis sehat di Pejaten ini, sempat kucing-kucingan dengan wartawan yang ingin mewawancarai mereka seputar inisitif pengumpulan koin ini. Dikejar-kejar wartawan pagi, siang dan malam. Situasi ini tentu saja sebuah hal yang baru bagi para sebagian relawan di milis sehat. Dan merekapun merasa tidak nyaman dan sempat memilih ”tutup” pintu.</p>
<p>Peran media tentu saja cukup besar dalam penyebaran info tentang koin untuk Prita ini. Tentu saja situasi ”boom” ini tak bisa dihindari begitu saja, tapi justru harus dihadapi dan dikelola dengan baik. Mengingat situasi yang serba mendadak, sumber daya yang terbatas, maka para inisitor koinpun segera mengambil sikap terutama untuk penanganan media. Karena disadari  jika ini tak dikelola baik dari sisi konten (apa yang disampaikan) dan konteks (siapa yang menyampaikan) dikhawatirkan aktifitas ini bisa dimanfaatkan oleh kekuatan-kekuatan yang lain, seperti politik.</p>
<p>Maka, milis sehat dan komunitas Langsat sepakat menunjuk <em>key spokesperson</em>s (juri bicara), yang bertugas melayani para wartawan yang ingin tahu perkembangan kegiatan koin keadilan. Mereka adalah: Enda Nasution, Yusro M. Santoso, dan Ndaru Victor. Selain menyepakati jurubicara, kedua belah pihak juga membuat arahan pesan-pesan  yang bisa disampaikan, yakni seputar perkembangan pengumpulan koin. Kemudian sebagai pendukung, informasi penting seputar koin  juga diunggah melalui situs resmi kegiatan koin untuk Prita di <a href="http://koinkeadilan.com/">http://koinkeadilan.com</a> Keberadaan situs ini – yang terus diperbaharui dengan pelbagai perkembangan terkini – cukup vital. Tak cuma info positif saja tapi juga untuk mengklarifikasi sejumlah informasi yang tidak benar. Seperti ketika muncul rumor bahwa biaya operasional perhitungan koin selama 4 hari dibiayai dari perolehan koin.</p>
<p>Boleh dibilang selama dua minggu ketiga juru bicara ini mendadak menjadi selebritis. Hampir setiap saat muncul di pemberitaan media, baik cetak maupun elektronik. Sebagai gambaran selain media nasional, ada 4 TV asing yang meliput aktifitas koin ini. Dan yang pasti ada 3 TV nasional : TVone, MetroTV dan SCTV yang melakukan tayangan langsung dari Langsat. Tak heran jika jalanan sempit itu disesaki dengan <em>combivan </em>TV-TV itu, yang sudah <em>stand by</em> sejak pagi hari.</p>
<p>Tak cuma melayani liputan media di markas koin, tapi juga harus siap hadir di studio TV untuk sebuah wawancara langsung, misalnya di acara Apa Kabar Indonesia. Mau tak mau para relawan yang dalam kesehariannya biasa tampil kasual dengan t-shirt, harus tampil berbatik. Dan ini kerap jadi bahan selorohan para awak Langsat lainnya, ketika misalnya suatu pagi melihat Yusro sudah rapi dengan batiknya, ”kalau pakai batik berarti mau siaran tivi.”</p>
<p>Peran media begitu besar dalam hal ini. Ia tak cuma mem<em>blow-up</em> kegiatan koin tapi media juga menjembatani beberapa kepentingan aksi tersebut. Seperti ketika Langsat menghadapi masalah, kemana koin yang sudah menggunung ini harus dibawa? Ketika pesan ini ditulis di Kompas, dalam hitungan jam, Bank Indonesia merespon melalui telepon. Intinya bank sentral sanggup memfasilitasi penghitungan koin sampai penyerahan koin tersebut ke rekening yang dituju. Kemudian BI lah yang menghubungi Bank Mandiri, dimana Prita punya rekening di bank tersebut.</p>
<p>Pada dasarnya penyebaran informasi – apapun keperluannya – mesti dikelola dengan baik. Mulai dari perumusan pesan, manajemen penyampaian pesan:  pemilihan juru bicara, kanal pendukung sampai evaluasi dari pemberitaan yang muncul. Karena sejatinya media adalah mitra yang tak sekadar untuk penyebaran informasi, tapi juga sebagai  alat untuk mengukur respon. Sehingga bisa disimpulkan bahwa keberhasilan aksi koin keadilan ini juga ditopang oleh kepiawaian mengelola aspek komunikasinya.</p>
<p><a href="http://twitter.com/VenturaE" target="_blank"><strong>Ventura Elisawati</strong></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inmarkdigital.com/menangani-komunikasi-koin/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>’Peradaban’ Baru Bernama Socialnomics</title>
		<link>http://www.inmarkdigital.com/%e2%80%99peradaban%e2%80%99-baru-bernama-socialnomics</link>
		<comments>http://www.inmarkdigital.com/%e2%80%99peradaban%e2%80%99-baru-bernama-socialnomics#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Mar 2011 03:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Vlisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.inmarkdigital.com/develop/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Internet  disadari atau tidak telah menjadi budaya baru di Indonesia. Data pengguna internet di sini memang tidak pernah jelas, ada yang menyebut 30 juta, tapi ada pula yang mengatakan sudah lebih dari 35 juta. Kesimpangsiuran ini bisa jadi karena internet &#8230; <a href="http://www.inmarkdigital.com/%e2%80%99peradaban%e2%80%99-baru-bernama-socialnomics">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Internet  disadari atau tidak telah menjadi budaya baru di Indonesia. Data pengguna internet di sini memang tidak pernah jelas, ada yang menyebut 30 juta, tapi ada pula yang mengatakan sudah lebih dari 35 juta. Kesimpangsiuran ini bisa jadi karena internet tak lagi hanya bisa diakses dengan komputer, tapi juga dengan telepon selular dan pelbagai gadget.</p>
<p>Hingga akhir 2009, jumlah pengguna telepon selular diperkirakan sudah diatas 180 juta. Jika 20% pengguna selular menggunakan komunikasi data, maka data pengguna internet tentu bisa menjadi lebih dari 50 juta.</p>
<p>Yang pasti penduduk Indonesia yang memiliki akun Facebook, salah satu jejaring sosial terbesar di dunia sampai akhir 2009 telah mencapai lebih dari 14,6 juta.  Selama setahun terakhir meningkat  sebesar 1536,7%, ini  pertumbuhan terbesar ke 2 di dunia setelah Philipina yang tumbuh 2046,8%. Belum lagi, jejaring sosial lainnya seperti <em>blog</em>, <em>twitter</em>, dan situs-situs lokal lainnya. Jejaring sosial ini sering juga disebut sebagai <em>social media</em>.</p>
<p>Fenomena jejaring sosial di Indonesia bergerak sesuai karakter masyarakat Indonesia. Ini yang barangkali membedakan dengan negara lain. Di Indonesia para anggota jejaring sosial rajin melakukan pertemuan di dunia nyata (kopi darat). Dan jejaring sosial tak lagi hanya dimanfaatkan untuk saling menyapa, bertukar komentar dan berbagi cerita, tapi juga menggalang kekuatan dan dukungan untuk kepentingan sosial, ekonomi dan kemasyarakatan.</p>
<p>Sekadar contoh, saat kasus Prita Mulyasari muncul pertama kali,  dibuatlah blog ibuprita.suatuhari.com,  lalu ada  halaman dukungan di facebook. Pendukungnya mencapai hampir 300 ribu. Ketika kasus ledakan bom Mega kuningan terjadi, hal serupa dilakukan penggiat <em>social media</em>, Indonesiaunite didukung  lebih dari 400 ribu <em>facebookers</em>. Dalam kasus Bibit – Chandra, dukungan <em>facebooker</em> meningkat sangat signifikan, mencapai 1.300.000.</p>
<p>Yang terakhir, adalah pengumpulan koin untuk Prita Mulyasari. Pengumpulan koin sendiri adalah bentuk kegiatan sosial di dunia nyata. Namun pemicunya adalah penggalangan dukungan dari media sosial. Sepertinya milis Sehat dan komunitas Langsat sebagai penggagas dan pelaku gerakan pengumpulan koin sudah belajar dari pengalaman pemanfaatan <em>social media</em> pada peristiwa sebelumnya. Sehingga mereka mengkonvergensikan kekuatan media sosial, dengan gerakan masyarakat yang sangat lekat dengan kehidupan, yaitu uang receh alias koin.</p>
<p>Koin bukan sekadar pilihan yang jeli, koin menyimbolkan masyarakat kecil. Koin juga menjadi simbol satir dari sebuah barang yang memiliki nilai tapi tak pernah diperhitungkan. Namun semua orang memilikinya, dan dengan mudah akan memberikannya kepada yang meminta. Sedang media sosial, mencerminkan sebuah pemanfaatan teknologi. Konvergensi telah menyatukan dua kutup ini, gerakan masif mayarakat bawah dengan penyebaran informasi media sosial yang seketika.</p>
<p><em>Social media</em> dalam kasus pengumpulan koin ini, seperti virus yang menyebar begitu cepat tanpa batas ruang dan waktu. Melalui blog koinkeadilan.com sebagai pusat informasi, dukungan <em>blogger</em>, facebooker serta twipes, informasi tentang pengumpulan koin, menarik perhatian <em>mainstream media</em>. TV, Radio, Media cetak dan media <em>online,</em> setiap hari menyiarkan kegiatan pengumpulan koin.  Buntutnya kegiatan pengumpulan koin tak lagi hanya dilakukan oleh pelaku media sosial, tapi juga masyarakat yang bukan pengguna internet. Koin sebanyak Rp 615 juta yang terkumpul dalam waktu 10 hari, bukan cuma membuktikan sebuah kecepatan penyebaran informasi, tapi juga mengindikasikan pelibatan jutaan penyumbang.</p>
<p>Dalam kasus yang lain, seperti bencana gempa di Padang yang lalu, media sosial berperan penting dalam percepatan sosialisasi info dan mobilisasi relawan. Pemanfaatan teknologi internet dan jejaring sosial media, sekali lagi membuktikan kekuatannya dalam menggalang pelibatan masyarakat.</p>
<p>Budaya baru internet telah melahirkan media sosial,  yang ternyata begitu lekat  dengan nilai- nilai sosial dan kultural Indonesia, yaitu berbagi dan peduli. Bisa diduga, media sosial tak hanya mampu memicu gerakan sosial, tapi  bisa jadi menjadi jembatan munculnya peradaban baru.</p>
<p>Ini seperti dipaparkan Erik Qualman  dalam buku, ”Socialnomics”, saat ini kita berada di awal sebuah revolusi, yang dipicu dan didorong oleh <em>social media. </em>Dimana ada kemudahan dan kecepatan informasi yang menjangkau pelbagai  lapisan sosial masyarakat. Dan kita sedang  memasuki  peradaban baru, sebuah dunia baru, dan ini dunia   <strong>socialnomics</strong>. Dimana ada   sebuah perubahan sosial-ekonomi  besar-besaran. Sadar atau tidak, kita sudah  memulainya.</p>
<p>Penulis: Ventura elisawati, praktisi <em>social media</em></p>
<p><a href="http://www.facebook/vlisa">www.facebook/vlisa</a> dan twitter.com/venturaE</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.inmarkdigital.com/%e2%80%99peradaban%e2%80%99-baru-bernama-socialnomics/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

